Featured

Buton Raya TV

Buton Raya Televisi adalah televisi lokal kedua yang berdiri di Provinsi Sulawesi Tenggara setelah Kendari Televisi (K-TV) dan televisi lokal pertama di Kota Bau-Bau, berdiri pada tanggal 06 Juni 2008 dengan nama PT. Buton Raya Televisi

readmore

Selasa, 19 Januari 2010

Kita Peduli - STOS Film Festval III

0 komentar
Rekan-rekan yang baik,

Kerusakan lingkungan, degradasi masalah sosial-ekonomi terus berlangsung. Dan telah banyak upaya yang kita lakukan untuk menanggulanginya, dari sentuhan pribadi hingga proyek milyaran rupiah yang dilakukan pendana besar. Apakah hal diatas masih terus berlanjut, ....

Silahkan gabung bersama kami untuk melihat dari beberapa jendela dunia peristiwa-peristiwa yang mungkin ada di sekitar kita.


South To South Film Festival 2010, KITA PEDULI
http://www.stosfestival.org

South to South (StoS) Festival Ketiga - festival film lingkungan dua
tahunan, akan menggelar 23 Film Terpilih, pameran foto, bincang-bincang
dengan para pesohor, menikmati Musyik Asyik pada 22 - 24 Januari 2010 di
Goethe-Institut dan CCF Jakarta. Film-film dari Indonesia, Brazil, Peru,
Kanada, Inggris hingga Amerika Serikat ini akan mengajak anda peduli –
Kita Peduli, seperti tema Festival ini.


Kami mengundang Bapak/ibu/sdr menghadiri Pembukaan StoS Film Festival
2010, pada :
Hari/Tanggal: Jum'at, 22 Januari 2010
Jam : 18.00 WIB - selesai
Tempat : Goethe-Institut, Jl. Sam Ratulangi 9-15 Menteng Jakarta.


Agenda Acara :
18.00-19.00 : Ramah Tamah
19.00- 19.30: Pembukaan
Musik Pembuka : A.S.A.P. Orbit To Planet 99 – Rock-Lung
Sambutan Ketua Panitia
Sambutan Direktur Goethe Institut
Sambutan & Pembuka Acara : Bapak Gusti Hatta, Menteri Lingkungan
Hidup RI
20.30- Selesai : Pemutaran Film Pembuka : Anak-anak Lumpur & The Age of
Stupid


Kontak informasi : Luluk Uliyah 0815 9480 246
---------------
Sekretariat South to South (StoS) Film Festival 2010
Jl. Mampang Prapatan II/30 RT 04/RW 07 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan
Telp/Fax. 021-7941559
Email : stosfilmfestival@gmail.com
Website: www.stosfestival.org
Facebook: South to South Festival 2010


South to South Festival 2010 diselenggarakan oleh :
JATAM, WALHI, Gekko Studio, Ecosisters, KIARA, Sawit Watch, CSF,
Solidaritas Perempuan, SBIB, CCF Jakarta dan Goethe Institut


South to South Festival 2010 didukung oleh :
Consina, Inspirit, MPBI, HFI, FWI, Bali Fokus, GEF SGP Indonesia,
Yappika, Yayasan Kemala, ICEL,Satu Dunia,Komunitas Fotografi Bogor(KFB),
SKRAF, Michelin Records, IHI, PIKUL, BCI


Media partner :
Green Radio, Greeners Magazine, Majalah Forum, Radio Agri FM, VHR Media,
ElShinta TV, Flick Magazine, Change Magazine


Read more

Jumat, 04 Desember 2009

Aktivitas Masyarakat Pulau Makassar mencari Seafood dengan Memanfaatkan Air Surut

1 komentar


Masyarakat kelurahan liwuto dan sukanaeyo pulau makasar kecamatan ko kalukuna kota bau-bau , sejak pukul empat pagi telah keluar rumah untuk mencari berbagai jenis kerang dan hasil laut lainnya diperairan yang mengalami air surut atau meti yang biasanya surut hingga mencapai 1-2 kilo meter dari bibir pantai di pulau tersebut .
Setiap datangnya air surut yaitu sekitar 13-17 malam bulan dilangit, masyarakat di pulau ini memfaatkanya dengan mencari berbagai jenis kerang laut dan bulu babi, baik yang tersembunyi dalam pasir maupun dibalik batu dan terumbuh karang hidup diperairan yang mengalami air surut .
Seperti yang dilakukan oleh ibu fima , sejak pagi ibu rumah tangga ini telah mencari kerang berukuran kecil atau “mboia” dengan cara mengali-gali hamparan pasir putih. Demikian pula yang dilakukan oleh ibu hasna , setiap datangnya air surut ibu ini mencari bulu babi, kima dan sejenis kerang berbentuk kerucut yang dalam bahasa lokalnya disebut “kuku” banyak tersembunyi dibalik batu maupun karang hidup yang masih terdapat genangan airnya . kerang dan hasil laut lainnya tersebut oleh masyarakat setempat kebanyakan dikonsumsi sendiri namun bila hasil yang didapatkan banyak masyarakat tersebut menjualkannya pada nelayan yang dijualkan kembali kebeberapa pasar tradisional dikotabau-bau .
Lamanya jedah waktu air surut yaitu dari pukul 4 pagi sampai pukul 11 siang juga dimanfaatkan oleh para nelayan setempat untuk mencari gurita atau “quita” yang banyak bersembunyi dibalik batu dan karang diperairan surut tersebut . gurita hasil tangkapan nelayan ini kemudian dijualkan ke beberapa penadah dikota bau-bau yang selanjutnya diekspor kebeberapa negara melalui kendari dan makasar sulawesi selatan .
Read more

Minggu, 29 November 2009

2012

0 komentar
FILM 2012

Read more

Sabtu, 28 November 2009

Tolak UU No 22 Tahun 2009

2 komentar
Sejumlah warga dan tukang ojek menolak pemberlakuan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas.

Mereka menilai denda Rp. 250.000 sangat memberatkan masyarakat kecil.

Mereka juga menolak menyalakan lampu di siang hari karena bisa menyilaukan mata pengendara lain yang bisa memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Read more

Tingkat Kecelakaan

0 komentar
Kota Bau-bau ternyata merupakan kota dengan tingkat kecelakaan lalu lintas kedua terbesar di Propinsi Sulawesi Tenggara setelah Kota Kendari.

Untuk Bulan September ini saja tercatat sudah terjadi sekitar 20 kasus kecelakaan lalu lintas dan sudah menelan 3 korban jiwa.
Read more
 

Buton Raya TV Design by BRTV | © 2008